Magang 1, Laporan Bacaan 2
Judul Jurnal : Manajemen Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu
Pendidikan Pada SDN Dayah
Guci
Kabupaten Pidie
Penulis : Muhammad Nur, Cut Zahri Harun,
Sakdiah Ibrahim
Website : https://tinyurl.com/t4twjfv9
ISSN : 23020156
Volume : 4, No. 1, Februari 2016
Berikut ini laporan
bacaan tentang manajemen sekolah dari:
Nama : Cahya Heru Saputra
NIM : 11901156
Kelas : PAI 4D
Mata Kuliah :
Magang 1
Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M,Pd.
Beberapa
pandangan mengartikan pendidikan sebagai sebuah upaya mencerdaskan kehidupan
bangsa, mengembangkan manusia yang bertaqwa dan beriman, berbudi luhur,
memiliki pengetahuan dan juga keterampilan. Dengan adanya pendidikan, manusia
akan memiliki kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara utuh. tertuan
didalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,
lahir sebuah tujuan pendidikan nasional yaitu, "Berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa, berakhlak mulia, berilmu,cakap kreatif, mandiri dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggungjawab."
Rohiat
(2010:14) mengatakan, "Manajemen merupakan alat untuk mengelola sumber
daya yang dimiliki secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan harus benar
benar dipahami oleh kepala sekolah." Rekam jejak manager dalam menerapkan
manajemen disekolah sangat tergantung pada kompetensi (skil) kepala sekolah. Manajemen
pendidikan ialah proses manajemen dalam
ruang lingkup tugas pendidikan dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada
secara efisien agar dapat mencapai tujuan secara efektif. Manajemen sekolah
dapat diartikan optimalisasi sumber daya atau pengelolaan dan pengendalian. Optimalisasi
sumber daya berkenaan dengan pemberdayaan sekolah merupakan sebuah alternatif
yang paling tepat untuk melahirkan sekolah yang mandiri dan memiliki keunggulan
yang tinggi.
A.
Konsep
Manajemen Sekolah
Jika
diartikan secara luas manajemen adalah sebuah pelaksanaan, perencanaan,
perancangan dan pengawasan sumber daya untuk mencapai sebuah tujuan secara
efektif dan juga efisien. Sedangkan arti secara sempit adalah manajemen
sekolah/madrasah yang meliputi:
Perencanaan
program sekolah/madrasah, pelaksanaan program sekolah/ madrasah, kepemimpinan
kepala sekolah/madrasah, pengawas/evaluasi dan sistem informasi
sekolah/madrasah. adapun potensi yang harus di kembangkan oleh sekolah sebagai
lembaga formal yakni, aspek kognitif, aspek afektif dan aspek psikomotorik.
Manajemen
sekolah ialah proses mengola sekolah menggunakan perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan sekolah supaya dapat mencapai tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan. manajemen pembelajaran menjadi salah satu prioritas oleh
kepala sekolah.
B.
Fungsi
Manajemen Sekolah
Ada empat fungsi
manajemen yang dikenal masyarakat secara umum, yaitu perencanaan (planning),
fungsi pengorganisasian (organizing), fungsi pengarahan (directing), dan fungi
pengendalian (controling). terdapat pula fungsi pembentukan staf (staffing)
dalam fungsi organizing. Ada keterlibatan fungsi-fungsi pokok dalam proses
manajemen yang ditampilan oleh seorang pemimpin. Menurut Maisah dan Yamin
(2009:2), yaitu "Perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),
Kepemimpinan (leading) dan Pengawasan (controlling).”
C.
Garapan
Manajemen Sekolah
Jika dilihat dari
penataan sumber daya manusia, kurikulum, fasilitas, sumber belajar dan dana,
serta upaya untuk mencapai tujuan lembaga sekolah tersebut secara dinamis,
manajemen pendidikan merupakan bagian dari proses manajemen sekolah. Manajemen
pendidikan ialah suatu sistem pengolaan dan penataan sumber daya pendidikan,
contohnya tenaga kependidikan, pendidik, peserta didik, masyarakat, kurikkulum,
keuangan, sarana dan prasarana pendidikan, tata laksana dan lingkungan
pendidikan.
Soepardi menyatakan
bahwa, "Garapan manajemen pendidikan meliputi bidang; organisasi
kurikulum, perlengkapan pendidikan, media pendidikan, personil pendidikan,
hubungan kemanusiaan dan dana finansial atau keuangan."
D.
Peranan
Kepala Sekolah Dalam Manajemen
Jabatan kepala sekolah
ialah jabatan karir yang diperolah dari lamanya ia menjabat sebagai guru.
Menjadi kepala sekolah haruslah memenuhi kriteria-kriteria yang disyaratkan.
Dijelaskan oleh Wahjosumidjo (2011:83) bahwa, "Secara sederhana kepala
sekolah dapat didefinisikan sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi
tugas tambahan untuk memimpin suatu lembaga atau sekolah dimana diselenggarakan
proses belajar mengajar, atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang
memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran."
Kepala sekolah dapat
sikatakan berhasil apabila ia mampu memahami keberadaan sekolah sebagai
organisasi yang kompleks dan unik, serta dapat melaksanakan peranan kepala
sekolah sebagai seseorang yang diberi tanggungjawab untuk memimpin sekolah.
Sesuai dengan ciri-ciri sekolah yakni sebagai organisasi yang bersifat kompleks
dan unik, peran dari kepala sekolah haruslah dilihat dari berbagai sudut pandang.
secara umum kepala sekolah bertanggungjawab dibidang pengembangan kurikulum,
pengajaran, administrasi kesiswaan dan personalia staf, hubungan masyarakat,
administrasi school plant, dan
perlengkapan serta organisasi sekolah.
Kepala sekolah harus
mampu menciptakan hubungan yang terbaik dengan para guru, staff dan siswa,
karena esensi dari kepemimpinan ialah kepengikutan. Dilihat dari otoritas dan
status formal seorang pemimpin, peranan pemimpin dibagi menjadi tiga macam.
Dalam pelaksanaan fungsinya, kinerja seorang kepala sekolah sering dirumuskan
sebagai EMASLIM (Educator, Manager, Administrator, Supervisor, Leader,
Innovator, dan Motivator)
E.
Mutu
Pendidikan
Mutu sangat berkaitan
dengan baik buruknya suatu benda, kadar atau derajat. Untuk mencapai mutu
pendidikan yang terbaik perlu perencanaan yang matang. Perencanaan yang matang
ialah salah satu bagian dalam upaya meningkatkan mutu yang maksimal.
Depdiknas (Mulyasa,
2013:157), "Mutu didefinisikan sebagai suatu karakteristik atau gambaran
yang menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam
membuaskan kebutuhan yang diharapkan atau tersirat. Jika melihat mutu dari
konteks pendidikan, mutu mencakup proses, input dan output pendidikan.
Input pendidikan
merupakan sesuatu yang wajib tersedia karena input dibutuhkan untuk
berlangsungnya suatu proses. Adapun input sumber daya meliputi kepala sekolah,
guru, karyawan, dan siswa (SDM), dan sumber daya lainnya yakni peralatan,
perlengkapan, dana, bahan dan lain sebagainya.
Proses pendidikan ialah
terjadinya perubahan sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Input ialah sesuatu
yang berpengaruh terhadap berlangsungnya proses, sedangkan sebuah hasil dari
proses disebut output. Hasil dari kinerja sekolah bisa disebut sebagai output
pendidikan. kemudian kinerja sekolah ialah feedback atau prestasi yang
dihasilkan dari proses sekolah. Dimana kinerja dapat diukur dari
efektivitasnya, produktivitasnya,efisiensinya, inovasinya, kualitas kerjanya
dan tentu moral kerjanya. Proses pendidikan bermutu akan tercipta apabila seluruh
komponen pendidikan terlibat dalam proses pendidikan itu sendiri.
Priansa dan Karwati,
(2013:15) menyebutkan bahwa, "Mutu dalam pandangan pendidikan ialah mutu
dalam konsep relatif, terutama berkaitan dengan kepuasaan pelanggan. pelanggan
pendidikan dibagi menjadi dua, yaitu pelanggan internal dan pelanggan
eksternal."
Pendidikan yang bermutu
tercipta apabila pelanggan internal yang imaksud berkembang, baik secara fisik
maupun psikis. Siapa saja pelanggan internal? Pelanggan internal meliputu kepala
sekolah, guru dan karyawan sekolah. Sedangkan pelanggan eksternal, meliputi peserta
didik (eksternal primer), orang tua, pemimpin pemerintah dan perusahaan (eksternal
skunder), dan pasar kerja dan masyarakat luas (eksternal tesier).
Peran kepala sekolah
dalam kaitan manajemen sekolah adalah mengadakan bukubuku bersama dengan
pedoman guru; guru memahami dan menjabarkan tujuan pendidikan yang meliputi
tujuan umum,instruksional, kurikuler, dan tujuan khusus; guru menyusun program
kurikuler dan kegiatan tambahan lainnya, termasuk berbagai program tahunan;
guru mengembangkan alat dan media pembelajaran, menyusun jadwal dan pembagian
tugas, mengembangkan sistem evaluasi belajar, melakukan pengawasan terhadap
kegiatan proses belajar mengajar, menyusun norma kenaikan kelas, serta mengembangkan
perpustakaan sebagai ilmu dan tempat belajar.
Masyarakat dapat
berperan serta dalam semua aspek manajemen sekolah mulai dari perencanaan
program, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan program
termasuk keuangan. Sekolah tanpa dukungan masyarakat pasti tidak akan berjalan dengan
sempurna. Masyarakat merupakan pilar penting bagi tumbuhnya sebuah sekolah berkualitas.
Dalam perencanaan dan
pelaksanaan program sekolah akan ditemui berbagai faktor penghambat. Hambatan
dalam perencanaan program sekolah, antara lain kurangnya partisipasi masyarakat
dan kesulitan ekonominya sehingga dukungan mereka terhadap manajemen sekolah
ikut rendah. Upaya yang dapat dilakukan kepala sekolah yaitu mengajak orang tua
murid dan masyarakat untuk memberikan dukungan non dana kepada sekolah,
walaupun mereka tidak mampu berkontribusi dalam menyumbang dana pendidikan.
Dukungan non dana tersebut, seperti gotong royong sekolah, dan kegiatan lainnya
dalam bentuk menyumbangkan tenaga dari masyarakat.
Kepemimpinan yang
efektif bagi perubahan datang dari orang-orang yang ingin tumbuh dan berfungsi
sepenuhnya. Dalam pelaksanaan program manajemen sekolah, strategi yang
diterapkan untuk tercapainya peningkatan mutu pendidikan, meliputi: sosialisasi
program, analisis SWOT, pemecahan masalah, peningkatan mutu, dan pemantauan dan
evaluasi pelaksanaan program sekolah.
Hambatan dalam
perencanaan program sekolah, antara lain kurangnya partisipasi masyarakat dan
kesulitan ekonominya sehingga dukungan mereka terhadap manajemen sekolah juga
ikut rendah. Jika dilihat dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Pasal 8 dan 9
dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat akan memberikan dukungannya jika
keikutsertaan masyarakat dalam manajemen sekolah semakin mendapat tempat yang
berarti, sekolah diurus dengan cara yang transparan dengan pelaksanaan program
yang akuntabel.
F.
Kesimpulan
Perencanaan program
sekolah memiliki dua fungsi, yaitu: perencanaan merupakan upaya sistematis yang
menggambarkan penyusunan rangkaian tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai
tujuan organisasi atau lembaga dengan mempertimbangkan sumber-sumber yang tersedia
atau disediakan; dan perencanaan merupakan kegiatan untuk mengerahkan atau
menggunakan sumber-sumber yang terbatas secara efesien dan efektif untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Rencana tahunan sekolah meliputi:
program pengajaran terdiri dari: kebutuhan tenaga guru pembagian tugas
mengajar, pengadaan buku-buku pelajaran, alat-alat pelajaran dan alat peraga,
pengadaan atau pengembangan laboratorium sekolah, dan perpustakaan sekolah,
sistem penilaian hasil belajar, dan kegiatan kurikuler. Dalam pelaksanaan
program manajemen sekolah, strategi yang diterapkan yaitu tercapainya
peningkatan mutu pendidikan, meliputi: sosialisasi program, analisis SWOT,
pemecahan masalah, peningkatan mutu, dan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan
program sekolah.
Evaluasi merupakan
tindakan yang dilakukan untuk mengetahui tingkat keberhasilan suatu program
yang telah dilaksanakan. Evaluasi pelaksanaan program sekolah perlu dibuat
laporan yang terdiri dari laporan keuangan dan laporan teknis. Hambatan dalam
perencanaan program sekolah, yaitu partisipasi masyarakat dan kesulitan
ekonominya sehingga dukungan mereka terhadap manajemen sekolah ikut rendah.
Upaya yang dapat dilakukan kepala sekolah yaitu mengajak orang tua murid dan
masyarakat untuk memberikan dukungan non dana kepada sekolah, walaupun mereka
tidak mampu berkontribusi dalam menyumbang dana pendidikan.
Hambatan lain yang dihadapi kepala
sekolah dalam pelaksanaan program sekolah yaitu relevansi pendidikan yang
merupakan salah satu masalah pendidikan yang perlu penyesuaian dan peningkatan
materi program pendidikan. Upaya yang ditempuh kepala sekolah dalam mengatasi
masalah tersebut yaitu menjamin pendidikan melalui program wajib belajar
pendidikan dasar 9 tahun yang bermutu dan lebih fungsional, baik bagi individu
maupun masyarakat, diperlukan keterlibatan para tokoh masyarakat, merancang isi
kurikulum, dan jenis pembelajarannya.
Komentar
Posting Komentar