Laporan Bacaan 4
Nama :
Cahya Heru Saputra
NIM :
11901156
Program Studi : Pendidikan Agama Islam
Kelas :
4D
Mata Kuliah : Magang 1
Dosen
Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd.
Media
Pembelajaran
A. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang
secara harfiah berarti ’tengah’, ’perantara’, atau ’pengantar’. Secara lebih
khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cenderung diartikan
sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronik untuk menangkap,
memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. AECT (Association
of Education and Communication Technology) memberi batasan tentang media
sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau
informasi.
Disamping sebagai sistem penyampai atau pengantar,
media yang sering diganti dengan kata mediator, dengan istilah mediator media
menunjukkan fungsi atau perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara
dua pihak utama dalam proses belajar, yaitu siswa dan isi pelajaran.
Ringkasnya, media adalah alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan
pengajaran (Azhar Arsyad, 2010: 3). Pengertian media pembelajaran adalah paduan
antara bahan dan alat atau perpaduan antara software dan hardware (Sadiman,
dkk, 1996: 5). Media pembelajaran bisa dipahami sebagai media yang digunakan
dalam proses dan tujuan pembelajaran. Pada hakikatnya proses pembelajaran juga
merupakan komunikasi, maka media pembelajaran bisa dipahami sebagai media
komunikasi yang digunakan dalam proses komunikasi tersebut, media pembelajaran
memiliki peranan penting sebagai sarana untuk menyalurkan pesan pembelajaran.
Menurut Anderson (1987) yang dikutip Bambang Warsita (2008: 123). Media dapat
dibagai dalam dua kategori, yaitu alat bantu pembelajaran (instructional aids)
dan media pembelajaran (instructional media). Alat bantu pembelajaran atau alat
untuk membantu guru (pendidik) dalam memperjelas materi (pesan) yang akan
disampaikan. Oleh karena itu alat bantu pembelajaran disebut juga alat bantu
mengajar (teaching aids). Misalnya OHP/OHT, film bingkai (slide) foto, peta,
poster, grafik, flip chart, model benda sebenarnya dan sampai kepada lingkungan
belajar yang dimanfaatkan untuk memperjelas materi pembelajaran.
B.
Fungsi
dan Manfaat Media Pembelajaran
Hamalik (1986) yang dikutip Azhar Arsyad (2010: 15),
mengemukakan bahwa pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar
dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan
rangsangan kegiatan belajar, dan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap
siswa. Penggunaan media pembelajaran pada orientasi pembelajaran akan sangat membantu
keaktifan proses pembelajaran dan menyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat
itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga
dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan
terpercaya. Maksudnya: bahwasanya media pembelajaran paling besar pengaruhnya
bagi indera dan lebih dapat menjamin pemahaman, orang yang mendengarkan saja
tidaklah sama tingkat pemahamannya dan lamanya bertahan apa yang dipahaminya
dibandingkan dengan mereka yang melihat, atau melihat dan mendengarkannya.
Selanjutnya menjelaskan betapa pentingnya media
pemebelajaran karena media pemebelajaran membawa dan membangkitkan rasa senang
dan gembira bagi murid-murid dan memperbaharui semangat mereka, membantu
memantapkan pengetahuan pada benak para siswa serta menghidupkan pelajaran.
Levie & Lentsz (1982) yang dikutip Hujair AH. Sanaky (2009: 6),
mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu:
Fungsi Atensi, Fungsi Afektif, Fungsi Kognitif, Fungsi Kompensatoris. Fungsi
atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian
siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna
visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran. Seringkali pada
awal pelajaran peserta didik tidak tertarik dengan materi pelajaran atau mata
kuliah yang tidak disenangi oleh mereka sehingga mereka tidak memperhatikan.
Media visual yang diproyeksikan dapat menenangkan dan mengarahkan perhatian
mereka kepada mata kuliah yang akan mereka terima. Dengan demikian, kemungkinan
untuk memperoleh dan mengingat isi materi perkuliahan semakin besar. Fungsi
afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan peserta didik
ketika belajar atau membaca teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual
dapat menggugah emosi dan sikap siswa. Misalnya informasi yang menyangkut
masalah sosial atau ras. Fungsi kognitif media visual terlihat dari lambang
visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat
informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar. Fungsi kompensatoris media
pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan
konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk
mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Dengan kata
lain, media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan siswa yang lemah dan
lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau
disajikan secara verbal.
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai (2002: 2), mengemukakan
manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa yaitu: 1. Pembelajaran
akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
2. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami
oleh siswa sehingga memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran.
3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal
melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru
tidak kehabisan tenaga, apalagi bila guru mengajar pada setiap jam pelajaran.
4. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya
mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati,
melakukan mendemonstrasikan, memamerkan, dll. Beberapa manfaat praktis dari
penggunaan media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut:
1. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga
dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. 2. Media pembelajaran
dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan
motivasi belajar, interaksi lebih langsung antara siswa dan lingkungannya. 3.
Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu.
C. Macam-Macam
Media Pembelajaran
Media pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya.
Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah
media cetak (buku) dan papan tulis. Selain itu, banyak juga sekolah yang telah
memanfaatkan jenis media lain seperti gambar, model, overhead projektor (OHP)
dan obyek obyek nyata. Sedangkan media lain seperti kaset audio, video, VCD,
slide (film bingkai), serta program pembelajaran komputer masih jarang
digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru.
Meskipun demikian, sebagai seorang guru alangkah baiknya Anda mengenal beberapa
jenis media pembelajaran tersebut. Hal ini dimaksudkan agar mendorong kita
untuk mengadakan dan memanfaatkan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran di
kelas.
Pertimbangan Pemilihan Media Menentukan pemilihan
media pembelajaran yang akan digunakan dalam proses pembelajaran di kelas,
pertimbangan media yang akan digunakan dalam pembelajaran menjadi pertimbangan
utama, berikut adalah gambaran menyeluruh proses pemilihan media menurut
(Anderson Ronal H, 1994: 27):
Langkah pertama : Menentukan apakah pesan anda bersifat pembelajaran atau informasi.
Langkah kedua : Menentukan bagaimana caranya anda mentransmisikan pesan anda, apakah ini media untuk membantu seorang instruktur atau suatu media menunjukan terjadinya pembelajaran mandiri atau kelompok tanpa seorang instruktur.
Langkah ketiga : Menggunakan diagram akan membantu untuk menentukan ciri-ciri pelajaran anda, dan selanjutnya memperkecil jumlah pilihan media serta membimbing anda menentukan golongan media tertentu yang cocok untuk tujuan instruksional anda.
Langkah keempat : Menentukan media yang paling sesuai dalam kategorinya, yaitu media yang paling cocok bagi populasi siswa anda, kapasitas produksi setempat, fasilitas, kebijakan dan dana
Langkah kelima : Kembali ke media yang pertama kali dan kemudian mempelajari daftar ciri-ciri khas dari media ini, serta keterbatasan dan kelebihannya dalam penyajian jika media itu nampaknya memadai, maka anda harus melengkapi bagian pertama dari daftar cek. Ini berarti anda harus meminjam kemabali kemudian menyaring pilihan anda. Ingat, pertanyaan-pertanyaan dibagian ini berhubungan dengan harapan-harapan siswa, isi dan tujuan pelajaran. Tetapi jika setelah diproses ternyata media itu tak sesuai, maka kembalilah kelangkah keempat dan tentukan pilihan lain dari daftar yang sama. Sekali lagi periksalah daftar cek untuk media itu sampai anda betul-betul yakin dan puas bahwa media itu betu-betul cocok untuk kondisi pembelajaran anda.
Langkah keenam : Setelah memiliki media yang cocok, maka anda masuk kelangkahkeenam, yakni merencanakan tes 38 pengembangan bagi media tersebut juga bagi bahan[1]bahan pelajaran anda.
Komentar
Posting Komentar