Laporan Bacaan 7

 

Nama                           : Cahya Heru Saputra

NIM                            : 11901156

Program Studi             : Pendidikan Agama Islam

Kelas                           : 4D

Mata Kuliah                : Magang 1

Dosen Pengampu        : Farninda Aditya, M.Pd.

 

STRATEGI PEMBELAJARAN

Dr. Wahyudin Nur Nasution, M. Ag.

 

Menurut Miarso (2005), strategi pembelajaran adalah pendekatan menyeluruh pembelajaran dalam suatu sistem pembelajaran, yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk mencapai tujuan umum pembelajaran, yang dijabarkan dari pandangan falsafah dan atau teori belajar tertentu. Seels dan Richey (1994: 31) menyatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan rincian dari seleksi pengurutan peristiwa dan kegiatan dalam pembelajaran, yang terdiri dari metode-metode, teknik- teknik maupun prosedur-prosedur yang memungkinkan peserta didik mencapai tujuan.

Setiap strategi pembelajaran yang dikembangkan, menurut Romiszowsky (1981:294) harus selalu mencerminkan posisi teoretis yang merujuk pada bagaimana seharusnya pembelajaran itu dilaksanakan. Karena itu, Hamalik (1993:2) mendefinisikan strategi belajar mengajar sebagai suatu sistem yang menyeluruh yang terdiri dari sejumlah komponen, yakni komponen masukan (in put), komponen proses (process), dan komponen produk (out put). Salusu (1996:101) berpandangan strategi merupakan suatu seni menggunakan kecakapan dan sumber daya untuk mencapai sasarannya melalui hubungan yang efektif dengan lingkungan dan kondisi yang lebih menguntungkan.

Dari batasan-batasan itu, dapat dipahami bahwa strategi pembelajaran merupakan pendekatan menyeluruh pembelajaran dalam mengelola kegiatan pembelajaran untuk menyampaikan materi pelajaran secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan secara efektif dan efisien.

Sebagai suatu pola aktivitas pendidik – peserta didik, strategi pembelajaran memuat sejumlah komponen yang membentuk jalinan keterkaitan dalam wadah yang disebut dengan pola pembelajaran. Dick dan Carey (1996: 183) memandang strategi pembelajaran sebagai penjelasan tentang komponen- komponen umum dari separangkat materi pembelajaran dan prosedur yang akan digunakan bersama bahan-bahan itu, untuk menghasilkan suatu hasil belajar tertentu pada peserta didik.

Kegiatan pembelajaran pendahuluan dapat dilakukan melalui teknik- teknik berikut ini.

1.      Menjelaskan tujuan pembelajaran yang diharapkan akan dapat dicapai oleh semua peserta didik diakhir kegiatan pembelajaran. Melalui kegiatan ini, peserta didik akan mengetahui apa yang harus diingat, dipecahkan, dan diinterpretasi.

2.      Lakukan appersepsi, berupa kegiatan yang menghubungkan antara pengetahuan lama dan pengetahuan baru yang akan dipelajari. Tunjukkan pada peserta didik tentang eratnya hubungan antara pengetahuan yang telah mereka miliki dengan pengetahuan yang akan dipelajari. Kegiatan ini dapat menimbulkan rasa mampu dan percaya diri sehingga mereka terhindar dari rasa cemas dan takut menemui kesulitan dan kegagalan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian informasi, yaitu urutan, ruang lingkup, dan jenis materi.

1.      Urutan penyampaian. Urutan penyampaian materi pelajaran harus menggunakan pola yang tepat. Urutan materi diberikan berdasarkan tahapan berpikir dari hal-hal yang bersifat kongkret ke hal-hal yang bersifat abstrak atau dari hal-hal yang sederhana atau mudah dilakukan ke hal-hal yang lebih kompleks atau sulit dilakukan. Selain itu, perlu juga diperhatikan apakah suatu materi harus disampaikan secara berurutan atau boleh melompat-lompat atau dibolak balik, seperti misalnya dari teori ke praktik atau dari praktik ke teori. Urutan penyampaian informasi yang sistematis akan memudahkan peserta didik cepat memahami apa yang ingin disampaikan oleh pendidiknya (Nurani, dkk., 2003: 1.9-1.10);

2.      Ruang lingkup materi yang disampaikan. Besar kecilnya materi yang disampaikan atau ruang lingkup materi sangat bergantung pada karakteristik peserta didik dan jenis materi yang dipelajari.

3.      Materi yang akan disampaikan. Materi pelajaran umumnya merupakan gabungan antara jenis materi berbentuk pengetahuan (fakta dan informasi yang terperinci), keterampilan (langkah-langkah, prosedur, keadaan, dan syarat-syarat tertentu), dan sikap (berisi pendapat, ide, saran, atau tanggapan) (Kemp, 1977). Merill (1977: 37) membedakan isi pelajaran menjadi empat jenis, yaitu fakta, konsep, prinsip, dan prosedur. Dalam isi pelajaran ini terlihat masing-masing jenis pelajaran sudah pasti memerlukan strategi penyampaian yang berbeda-beda. Karena itu, dalam menentukan strategi pembelajaran pendidik harus terlebih dahulu memahami jenis materi pelajaran yang akan disampaikan agar diperoleh strategi pembelajaran yang sesuai.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan hasil belajar peserta didik antara lain adalah sebagai berikut.

1.      Memberikan tugas atau latihan yang harus dikerjakan di rumah;

2.       Menjelaskan kembali bahan pelajaran yang dianggap sulit oleh peserta didik;

3.      Membaca materi pelajaran tertentu;

4.      Memberikan motivasi dan bimbingan belajar.

Komentar